Sangatta – Seorang penjual sapi kurban, Pak Yunus, mengungkapkan harga hewan kurban yang dijualnya di wilayah Kutai Timur (Kutim) bervariasi. Seluruh sapi yang didatangkan dari Bima, Nusa Tenggara Barat, telah melalui proses uji kelayakan dan karantina.
“Jadi harga sapi kurban yang ada sekarang itu mulai dari 15,5 sampai 20-an ke atas. Dan kebetulan sapi kurban yang saya jual di kutim ini, Sapi dari Bima dibawa ke Kalimantan.”
Pak Yunus menjelaskan bahwa sebelum dikirim, sapi-sapi tersebut sudah menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang. Surat-surat kelayakan juga telah diurus oleh pemerintah setempat.
“Dan sapinya sudah uji kelayakan kayak Karantina, itu sudah di urus surat-suratnya dari pemerintah setempat.”
Ia menambahkan, setelah tiba di Kutai Timur, sapi-sapi tersebut tidak langsung bisa dijual. Masih ada prosedur karantina ulang yang harus dijalani di daerah tujuan.
“Dan Kalau masuk di kutim harus juga di karantina lagi dulu baru baru kita bisa ambil dan jual.”
Dengan demikian, konsumen tidak perlu khawatir. Setiap sapi yang dipasarkan sudah memiliki bukti kesehatan yang jelas.
“Jadi kayak sapi-sapinya ini sudah ada sudah ada label kesehatannya begitu ya.”
Proses karantina ganda ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit dan layak konsumsi. Masyarakat pun diimbau membeli sapi kurban di tempat resmi yang memiliki dokumen lengkap. Pemerintah daerah terus memantau peredaran hewan kurban jelang Idul Adha.
Penulis: M. Ayyub
Editor: Redaksi
