Musrenbang 2027, Serap 1.895 Usulan Warga Kutim

7 April 2026
453 dilihat
1 min read
Musrenbang 2027. (Pro.kutaitimurkab.go.id)

Sangatta – Sebanyak 1.895 menjadi usulan pembangunan bahan perbincangan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2027 yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Selasa (7/4/2026).

Kepala Bappeda Kutim, Januar Bayu Irawan, menjelaskan peta persoalan yang masih membelit pembangunan daerah. Pemerintah daerah memusatkan perhatian pada enam isu krusial yang akan menjadi penuntun arah kebijakan pembangunan tahun 2027.

“Isu-isu ini menjadi dasar kita dalam menentukan prioritas, agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” ujarnya.

Bilang Bayu, isu pertama berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, penguatan kualitas SDM di Kutim menjadi keharusan agar masyarakat mampu berkompetisi di dunia kerja yang semakin dinamis.

BACA JUGA  Pemkab Kutim Tegas Atasi Anak Putus Sekolah

Kemudian terkait masalah kemiskinan yang masih tergolong tinggi. Kondisi ini, kata Bayu, memerlukan penanganan yang lebih terarah dan berkesinambungan supaya program penanggulangan tidak hanya sesaat, melainkan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Selain hal itu, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya optimalisasi sumber daya alam non-tambang. Dan isu berikutnya, menyentuh penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Pembangunan infrastruktur dasar seperti akses jalan, air bersih, hingga konektivitas antarwilayah menjadi isu kelima yang dinilai vital. Lalu isu terakhir menyangkut peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan hidup.

Menurut Bayu, keenam permasalahan ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

“Perencanaan tidak bisa parsial. Semua harus saling mendukung agar hasilnya benar-benar berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA  Kabid di Bappeda Kutim Telah Dilaporkan ke Majelis Kode Etik Pegawai, Aktivis FRK Bakal Kawal Prosesnya

Melalui forum Musrenbang ini, sambungnya, pemerintah daerah membuka ruang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyampaikan pandangan serta masukan yang konstruktif. Dan Harapannya, arah pembangunan Kutim ke depan dapat dirumuskan secara lebih terukur, realistis, dan selaras dengan kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat.

Penulis: M. Ayyub

Editor: Redaksi